Loading...

BUKU MODUL PENYUSUNAN SOAL HOTS BAHASA INDONESIA SMA KURIKULUM 2013 - TERBARU

Modul Penyusunan Soal Hots (Higher Order Thingking Skills) Bahasa Indonesia SMA Kurikulum 2013 : Berikut ini admin sampaikan berupa Modul Penyusunan Soal HOTS (Higher Order Thinking Skills) untuk Mata Pelajaran BAHASA INDONESIA SMA/MA/SMK/MAK yang dapat di unduh gratis pada tautan link unduhan yang sudah dipersiapkan.

Sebelum pada pokok materi mari kita ketahui bersama tentang penilaian HOTS (Higher Order Thinking Skills).


MODUL PENYUSUNAN SOAL HOTS BAHASA INDONESIA SMA KURIKULUM 2013 - TERBARU
MODUL PENYUSUNAN SOAL HOTS BAHASA INDONESIA SMA KURIKULUM 2013 - TERBARU 
Pengertian

Penilaian HOTS tidak dapat dipisahkan dengan pembelajaran HOTS. Tugas guru bukan hanya melakukan penilaian HOTS, melainkan juga harus mampu melaksanakan pembelajaran yang dapat melatih siswa untuk memiliki keterampilan berpikir tingkat tinggi. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan proses berpikir tingkat tinggi yang lebih efektif. Prinsip umum untuk menilai berpikir tingkat tinggi sebagai berikut.
  1. Menentukan secara tepat dan jelas apa yang akan dinilai.
  2. Merencanakan tugas atau butir soal yang menuntut siswa untuk menunjukkan pengetahuan atau keterampilan yang mereka miliki.
  3. Menentukan langkah apa yang akan diambil sebagai bukti peningkatan pengetahuan dan kecakapan siswa yang telah ditunjukan dalam proses.
Karakteristik 

Soal-soal HOTS direkomendasikan untuk digunakan pada berbagai bentuk penilaian hasil belajar. Untuk menginspirasi guru menyusun soal-soal HOTS di tingkat satuan pendidikan, berikut karakteristik soal-soal HOTS.
1. Mengukur Keterampilan berpikir Tingkat Tinggi
2. Berbasis Permasalahan Kontekstual dan Menarik (Contextual and Trending Topic)
3. Tidak Rutin dan Mengusung Kebaruan 

Tujuan 

Salah satu tujuan penyusunan soal-soal HOTS adalah untuk membangun kreativitas siswa dalam menyelesaikan berbagai permasalahan kontekstual. Sikap kreatif erat dengan konsep inovatif yang menghadirkan keterbaharuan. Soal-soal HOTS tidak dapat diujikan berulang-ulang pada peserta tes yang sama. Apabila suatu soal yang awalnya merupakan soal HOTS diujikan berulang-ulang pada peserta tes yang sama, maka proses berpikir siswa menjadi menghafal dan mengingat. Siswa hanya perlu mengingat cara-cara yang pernah dilakukan sebelumnya. Tidak lagi terjadi proses berpikir tingkat tinggi. Soal-soal tersebut tidak lagi dapat mendorong peserta tes untuk kreatif menemukan solusi baru. Bahkan soal tersebut tidak lagi mampu menggali ide-ide orisinal yang dimiliki peserta tes untuk menyelesaikan masalah.

Penilaian berpikir tingkat tinggi meliputi 3 prinsip:
  1. Menyajikan stimulus bagi siswa untuk dipikirkan, biasanya dalam bentuk pengantar teks, visual, skenario, wacana, atau masalah (kasus). 
  2. Menggunakan permasalahan baru bagi siswa, belum dibahas di kelas, dan bukan pertanyaan hanya untuk proses mengingat.
  3. Membedakan antara tingkat kesulitan soal (mudah, sedang,atau sulit) dan level kognitif (berpikir tingkat rendah dan berpikir tingkat tinggi).
Soal-soal HOTS merupakan instrumen yang digunakan untuk mengukur keterampilan berpikir tingkat tinggi, yaitu keterampilan berpikir yang tidak sekadar mengingat (remembering), memahami (understanding), atau menerapkan (applying). 

Soal-soal HOTS pada konteks asesmen mengukur keterampilan: 

1) transfer satu konsep ke konsep lainnya, 
2) memproses dan mengintegrasikan informasi,
3) mencari kaitan dari berbagai informasi yang berbeda-beda, 
4) menggunakan informasi untuk menyelesaikan masalah (problem solving), dan 
5) menelaah ide dan informasi secara kritis. Dengan demikian soal-soal HOTS menguji keterampilan 
berpikir menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta.

Pendidikan pada era revolusi industri 4.0 diarahkan untuk pengembangan kompetensi abad ke-21, yang terdiri dari tiga komponen utama yaitu kompetensi berpikir, bertindak, dan hidup di dunia. Komponen berpikir meliputi berpikir kritis, berpikir kreatif, dan kemampuan pemecahan masalah. Komponen bertindak meliputi komunikasi, kolaborasi, literasi data, literasi teknologi, dan literasi manusia. Komponen hidup di dunia meliputi inisiatif, mengarahkan diri (self-direction), pemahaman global, serta tanggung jawab sosial. Munculnya literasi baru yaitu:
  1. literasi data yaitu kemampuan untuk membaca, menganalisis, dan menggunakan informasi (big data) di dunia digital, 
  2. literasi teknologi yaitu kemampuan memahami cara kerja mesin, aplikasi teknologi (coding, artificial intelligence, and engineering principles), dan 
  3. literasi manusia terkait dengan humanities, communication, collaboration, merupakan tantangan tersendiri untuk bisa hidup pada abad ke-21.
Terkait dengan isu perkembangan pendidikan di tingkat internasional, Kurikulum 2013 dirancang dengan berbagai penyempurnaan. Pertama, pada standar isi, yaitu mengurangi materi yang tidak relevan serta pendalaman dan perluasan materi yang relevan bagi siswa serta diperkaya dengan kebutuhan siswa untuk berpikir kritis dan analitis sesuai dengan standar internasional. Kedua, pada standar penilaian, dengan mengadaptasi secara bertahap model-model penilaian standar internasional. Penilaian hasil belajar diharapkan dapat membantu siswa untuk meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS), karena keterampilan berpikir tingkat tinggi dapat mendorong siswa untuk berpikir secara luas dan mendalam tentang materi pelajaran

Kurikulum 2013 lebih diarahkan untuk membekali siswa sejumlah kompetensi yang dibutuhkan menyongsong abad ke-21. Beberapa kompetensi penting yang dibutuhkan pada abad ke-21 yaitu 4C yang terdiri atas : 
  1. critical thinking (kemampuan berpikir kritis) bertujuan agar siswa dapat memecahkan berbagai permasalahan kontekstual menggunakan logika-logika yang kritis dan rasional; 
  2. creativity (kreativitas) mendorong siswa untuk kreatif menemukan beragam solusi, merancang strategi baru, atau menemukan cara-cara yang tidak lazim digunakan sebelumnya; 
  3. collaboration (kerjasama) memfasilitasi siswa untuk memiliki kemampuan bekerja dalam tim, toleran, memahami perbedaan, mampu untuk hidup bersama untuk mencapai suatu tujuan; dan 
  4. communication (kemampuan berkomunikasi) memfasilitasi siswa untuk mampu berkomunikasi secara luas, kemampuan menangkap gagasan/informasi, kemampuan menginterpretasikan suatu informasi, dan kemampuan berargumen dalam arti luas
Lebih jelas tentang Modul Penyusunan Soal Hots (Higher Order Thingking Skills) Bahasa Indonesia SMA Kurikulum 2013, silahkan dilihat pada view tayangan berikut ini :



Link Download  :  


Modul Penyusunan Soal HOTS (Higher Order Thinking Skills) SMA - Mapel  Bahasa Indonesia   ( KLIK DISINI

Demikian yang dapat admin sampaikan, semoga bermanfaat  Terimakasih.

Belum ada Komentar untuk "BUKU MODUL PENYUSUNAN SOAL HOTS BAHASA INDONESIA SMA KURIKULUM 2013 - TERBARU "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel